Media Islam Indonesia: Ketetapan Muhammadiyah tentang Awal Puasa dan Idul Fitri

Bagi umat muslim menyambut puasa dan idul fitri adalah dua hal yang ditunggu-tunggu. Tidak terasa sekitar dua bulan lagi akan tiba bulan suci Ramadhan yang mana diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia. Lantas, bagaimana pendapat Muhammadiyah tentang awal puasa dan idul fitri tahun 2022 ini?

Beberapa waktu yang lalu, Muhammadiyah telah mengumumkan terkait awal puasa dan idul fitri. Informasi ini disampaikan langsung melalui salah satu media Islam Indonesia yang memberitakannya secara online. Kapan waktu awal puasa dan idul fitri menurut Muhammadiyah sendiri?

 

Penetapan Awal Puasa dan Idul Fitri Tahun 2022

Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Pihak Muhammadiyah selalu menyampaikan informasi terkait waktu penetapan awal puasa dan idul fitri lebih awal dari yang lainnya. Informasi ini sendiri diketahui usai PP Muhammadiyah Maklumat No. 01/MLM/I.0/E/2022 yang membahas tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah tahun 2022 ini dikeluarkan.

Berdasarkan maklumat tersebut, pihak Muhammadiyah telah menetapkan waktu terkait awal bulan puasa dan idul fitri tahun ini. Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Sedangkan, 1 Syawal 1443 Hijriyah jatuh pada Senin, 2 Mei 2022. Maka dari itu, pada awal bulan April akan ditetapkan sebagai awal bulan puasa dan awal bulan Mei sebagai idul fitri.

Berkat penetapan tersebut, pihak Muhammadiyah sudah memastikan bahwa puasa dan idul fitri akan disambut oleh umat muslim tidak lama lagi. Pihak Muhammadiyah juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan puasa, shalat tarawih, dan ibadah lainnya selama bulan Ramadhan berlangsung. Jika memungkinkan, ibadah salat tarawih juga bisa dilaksanakan di masjid-masjid sama seperti bulan Ramadhan beberapa tahun silam.

Meski nantinya akan ada perbedaan terkait awal bulan puasa dan idul fitri. Namun, pihak Muhammadiyah mengharap bahwa masyarakat tetap saling menghormati perbedaan masing-masing. Hal yang terpenting, selama wabah covid-19 belum mereda masyarakat tetap diharapkan untuk menjalankan ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tidak berkerumun sehingga meminimalisir meningginya kasus terpapar covid-19.