Cara Membedakan Burung Trucukan Jantan Dan Betina dengan Mudah

Trucukan merupakan salah satu burung kicauan yang cukup diminati. Bagi yang ingin membelinya di pasar, ketahui terlebih dahulu cara membedakan burung trucukan jantan dan betina agar tak salah pilih.

Burung klasik ini banyak dipelihara karena suaranya mirip cucakrowo. Untuk membedakan jenis kelaminnya tidak bisa hanya dengan melihat fisiknya saja. Harus diamati lebih teliti lagi. Berikut caranya.

1. Mengamati Jambulnya

Cara membedakan burung trucukan jantan dan betina pertama yakni dengan mengamati jambulnya. Trucukan jantan mempunyai jambul yang tegas atau kalau orang jawa menyebutnya njegrag serta terlihat gagah.

Saat berkicau, jambul si jantan akan tegak berdiri.  Sementara si betina jarang sekali terlihat jambulnya. Dan saat berkicau, jambulnya jarang tegak layaknya jantan, hanya pendek saja.

2. Mengamati Warna Bulu Di Belakang Kepalanya

Trucukan jantan mempunyai sejumlah bulu halus di belakang kepalanya. Bulu tersebut baru akan tumbuh saat burung memasuki usia dua hingga tiga bulan. Sementara si betina, sebaliknya, ia tidak mempunyai bulu halus meskipun sudah memasuki usia dua bulan.

Jika trucukan masih anakan, coba amati bulu bagian dadanya. Jantan biasanya mempunyai bulu cenderung gelap dengan dada yang bidang. Sementara betina warna bulunya kurang gelap dengan dada lebih kecil.

3. Melihat Postur Tubuhnya

Ini mudah dilakukan, umumnya trucukan jantan mempunyai postur tubuh yang relatif lebih besar dan tinggi dibandingkan si betina. Sementara trucuk betina cenderung ke bulat pendek atau bentet dengan bulu ekor yang pendek juga.

4. Mendengar Kicaunya

Trucukan merupakan salah satu burung kicau yang sering digemari untuk dijadikan peliharaan ataupun kontes burung. Trucuk jantan merupakan yang sering diikutsertakan karena suaranya cukup gacor.

Jantan juga lebih rajin berkicau meskipun kondisinya sedang mabung atau nyulam bulu. Jika sudah dewasa, si jantan mempunyai suara kicauan yang panjang dan terus-menerus.

Meskipun ada juga yang pendek dan putus-putus. Namun, kicaunya lebih beragam jika dibandingkan trucukan betina. Si jantan juga mempunyai volume suara kencang dan nyaring.

Sementara betinanya, bisa sewaktu-waktu gacor. Tetapi saat memasuki masa nyulam bulu atau mabung, ia tidak mau berkicau. Trucukan betina mempunyai kicauan yang lebih pendek dan putus-putus, berbeda dibanding si jantan.

Kicauannya juga lebih monoton, tidak bervariasi. Lebih banyak mengeluarkan suara call atau panggilan dibanding ropelan. Volume suaranya lebih kecil dan kurang keras.

5. Melihat Lingkaran Di Sekitar Matanya

Lingkaran di sekitar mata burung trucukan bisa menjadi pertanda apakah berjenis kelamin jantan atau betina. Trucukan jantan mempunyai lingkaran sekitar mata yang lebih berwarna hitam pekat. Warna bola matanya juga cenderung gelap dengan bentuk besar.

Bentuknya juga bulat sempurna dan tegas. Sementara si betina lingkaran matanya lebih tipis dengan warna hitam agak memudar dan tidak tegas. Bentuk matanya relatif lebih kecil jika dibandingkan si jantan.

6. Mengamati Bulu di Sekitar Telinganya

Cara lainnya yakni dengan mengamati bulu di sekitar telinga burung trucukan. Keduanya memang mempunyai bulu namun berbeda. Pejantan dibekali dengan bulu di sekitar indera pendengaran yang lebih panjang dan keluar.

Sementara yang betina tidak terlalu panjang. Bulunya juga tidak terlalu rapat dan lebat layaknya pejantan.

7. Mengamati Paruhnya

Ini bisa dilakukan saat trucukan masih anakan. Paruh si pejantan akan terlihat pendek, tapi tebal dan kokoh. Sementara betina lebih cenderung meruncing, panjang serta tipis.

Nah, itulah sejumlah cara membedakan burung trucukan jantan dan betina. Sekarang tak perlu bingung lagi saat membeli trucukan di pasaran. Jangan lupa juga untuk melakukan perawatan dan berilah nutrisi terbaik agar bisa gacor maksimal.